Mosfeed Summary

Gelombang Fitnah di Zaman Sahabat Rasulullah

#Aqidah #Sirah #Kiamat
11 Session - 1.9K Views
Rp 108.900
Part 1

GELOMBANG FITNAH DI ZAMAN SAHABAT RASULULLAH (USTADZ MUHAJIRIN IBRAHIM)

GELOMBANG FITNAH DI ZAMAN SAHABAT RASULULLAH

APA ITU FITNAH ?

USTADZ MUHAJIRIN IBRAHIM

 

APA ITU FITNAH ?

Pada zaman para sahabat dahulu sudah terjadi fitnah berupa pertumpahan darah kaum muslimin, maka untuk menjawab hal ini tentunya kita harus memahami terlebih dahulu bahwa kejadian tersebut bukanlah hal yang kebetulan, melainkan atas dasar ketentuan dari Allah. Jika Allah sudah menentukan sesuatu, maka hal tersebut pastilah terjadi. 

 

Rasulullah selalu menjelaskan mengenai hal hal sederhana, Apalagi terkait dengan fitnah besar yang menimpa umatnya. Dalam Shahih Bukhari, yang diambil dari Usamah bin Zaid (Seorang sahabat yang sangat dicintai oleh Rasulullah sehingga mendapat julukan Hibrur Rasul/Kekasih Rasulullah). Usamah ialah anak dari zaid bin haritsah (Anak Angkat dari Rasulullah)

 

Usamah bin Zaid dan sahabat lainnya suatu waktu mengiringi Rasulullah berjalan di Madinah, Rasulullah berhenti di sebuah tempat dan berdiri diatas uthum (Benteng kokoh tinggi yang dibangun dari batu batu besar). Kemudian Rasulullah menyampaikan “Apakah kalian tahu apa yang aku ketahui?” lalu Rasulullah menyampaikan kembali “Aku melihat terjadinya fitnah yang terjadinya ada di celah celah rumah kalian sebagaimana jatuhnya air hujan”

 

“Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.” (QS.An-Najm:11) 

Artinya : Hati Nabi Muhammad tidak mendustakan apa yang telah dilihat oleh matanya. (Saat Wahyu terkait fitnah turun kepadanya, sebagaimana disampaikan pada hadist diatas)

 

Jika kita lihat nanti pada zaman Utsman bin Affan, Fitnah ini nanti skenarionya adanya orang orang yang lemah dalam imannya, hatinya betul betul rusak, mereka juga tidak memuliakan sahabat sahabat Rasulullah sampai kemudian memiliki pandangan buruk terhadap Utsman bin Affan. Orang ini saat memberontak mengepung dan menaiki atap rumah sampai berhasil menerobos masuk kedalam rumahnya dan berhasil membunuh beliau.

 

Dalam suatu riwayat lain, ketika Rasulullah sedang ada giliran dengan Ummu salamah, beliau tiba tiba terperanjat bangun dan mengatakan “Subhanallah” karena terkejut karena wahyu yang beliau terima. Beliau bersabda “Begitu besarnya kekayaan dan pembendaharaan yang sudah dibukakan oleh Allah melalui penaklukan penaklukan yang banyak”. Rasulullah kemudian memanggil seluruh istri istrinya “Bangunlah wahai istri istriku yang ada dikamar” Rasulullah membangunkan mereka dan mereka diperintahkan untuk mengerjakan shalat. Ini sebagai respon positif atas apa yang baru saja Rasulullah ketahui, hal ini terkait dengan Fitnah yang begitu besar. Diakibatkan karena begitu banyaknya kekayaan yang dimiliki oleh kaum muslimin, semakin merajalelanya kekayaan yang dimiliki oleh kaum muslimin, akan menumpulkan semangat perjuangan diantara mereka, hal tersebut juga menumpulkan semangat kreatifitas mereka dalam bekerja, karena mereka mengandalkan bantuan dari kekayaan yang dimiliki kaum muslimin, sehingga orang yang tidak bekerja saja masih bisa menikmati hidup (Kekayaan yang dimiliki oleh kaum muslimin berasal dari hasil penaklukan persia dan romawi). Dalam hal ini, mereka akan mudah disulut oleh api fitnah yang datang

 

Rasulullah merespon kabar fitnah ini dengan respon yang positif, jawabannya ialah dengan shalat. Saat Rasulullah dipantik dengan kabar fitnah besar ini, Rasulullah mengembalikannya kembali dengan berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah melalui Shalat. 

 

SUMBER FITNAH

Abdullah bin Umar pernah diajak oleh Rasulullah dalam perjalananya. Rasulullah kemudian berhenti, berdiri tegak, pandangannya tajam melihat kearah masyriq (Ke arah timur-Iraq). Kemudian beliau menyampaikan “Ketahuilah kalian, fitnah itu nanti akan muncul dari sini, dimana saat fitnah itu muncul, maka tampilah tanduknya syaithan”

 

Tanduk Syaithan ini berarti fitnah ini sanggup menjerumuskan orang orang yang lemah dalam imannya, banyak yang terprovokasi, sehingga berbondong bondong datang untuk meruntuhkan islam.

 

Abdullah bin Umar juga meriwayatkan bahwa Rasulullah berdoa “Allahumma barik lana fii syamina wa fii yamanina” dalam riwayat lain Rasulullah membaca dengan “Allahumma barik lana fii sya’mina wa fii yamanina” (Ya Allah berikan barakah kepada Syam dan Yaman)

 

Rasulullah juga menjelaskan “Dari sana nanti akan muncul fitnah dan kekacauan, yang saat terjadinya hal itu akan muncul tanduknya syaithan” (maksudnya ialah akan datang fitnah besar dari arah timur hingga menghancurkan madinah, dan pada saat itu manusia mudah untuk digoyahkan keimanannya) 




MENGENAI SYAHIDNYA UMAR DAN UTSMAN

Rasulullah pernah berjalan bersama Abu Bakar, Utsman, Umar dalam perjalanannya ke uhud.Uhud tiba tiba bergetar, Rasulullah menghentakan kakinya seraya bersabda “Diam kamu wahai Uhud, Karena diatas punggungmu ada Abu Bakar Ash-Shidiq dan 2 orang yang Syahid” (Hal ini menjelaskan bahwa Utsman dan Umar adalah kedua orang yang mati syahid)

 

Suatu waktu juga Rasulullah pernah melihat umar menggunakan pakaian yang bagus, kemudian Rasulullah bertanya “Wahai Umar, Apakah kau menggunakan pakaian yang baru?” Kemudian Umar menjawab “Ini pakaian yang baru dicuci wahai Rasulullah”. Rasulullah kembali bersabda “Pakailah baju itu meskipun tidak baru, tapi dia bersih dirawat dengan baik sehingga orang yang menggunakannya menghadirkan nikmat, hiduplah dengan terhormat, dan matilah kamu dalam keadaan Syahid”

 

Rasulullah pernah bersabda “Janganlah kalian menghunuskan pedang kalian terhadap pemimpin kalian”

 

Suatu hari Utsman menemui Rasulullah, kemudian Rasulullah bersabda “Ini adalah Ahli Jannah dengan musibah yang akan menimpanya”

 

Itulah kabar yang disampaikan oleh Rasulullah untuk menunjukan bahwa ini adalah bagian dari takdir Allah. Bahwa akan ada fitnah besar yang datang kepada kaum muslimin. Pada puncaknya fitnah di zaman sahabat Rasulullah ini adalah para perusuh dari kuffah, basrah, dan bahkan dari mesir datang kepada utsman. Ali bin abi thalib, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, menawarkan untuk melawan para perusuh ini dengan perang, namun semua tawaran itu ditolak oleh utsman bin affan. Karena utsman tahu, berapapun kekuatan yang datang dan beberapa peperangan yang terjadi, itu tetap tidak akan menghalangi takdir Allah untuk nya. Utsman juga tidak mau banyak pertumpahan darah hanya untuk  menyelamatkan nyawanya.

 

NASIHAT

Fitnah itu terbagi  menjadi 2 : Kecil dan Besar. Fitnah besar itu ada yang terjadi di zaman utsman (Peperangan antara kaum muslimin) dan ada pula fitnah di akhir zaman nanti. Rasulullah sudah menjelaskan terkait dengan fitnah fitnah ini. 

 

Hikmah yang harus kita gali :

  1. Selama nafas masih menempel dalam diri kita, jangan sampai kita merasa kita terbebas dari fitnah ini

  2. Bersegeralah kembali kepada Allah jauh sebelum fitnah itu datang. Karena saat fitnah itu datang sementara kita jauh dari Allah, maka kita akan celaka



Please order to continue read
IDR 108.900
Login & Order