Mosfeed Summary

What you should know about akhera Part 11

#Tafsir #Kitab #Tauhid
1 Session - 1.5K Views
Rp 9.900

What you should know about akhera Part 11

USTADZ OEMAR MITA

 

Perkara hisab itu penting, karena berpengaruh terhadap pengadilan Allah terhadap perlakuan hambanyaImam Al-Muzani rahimahullah berkata,

 “Setelah hancur, manusia dibangkitkan. Dan pada hari kiamat, manusia dikumpulkan di hadapan Rabb-Nya. Di masa penampakan amal manusia dihisab. Dengan dihadirkannya timbangan-timbangan dan diterbarkannya lembaran-lembaran (catatan Amal). Allah meneghitung dengan teliti, sedangkan manusia melupakannya. Hal itu terjadi pada hari yang kadarnya di dunia adalah 50 rb tahun. Kalaulah seandainya bukan Allah sebagai hakimnya niscaya tidak akan bisa, akan tetapi Allahlah yang menetapkan hukum di antara mereka secara adil. Sehingga lama waktunya (Bagi orang beriman) adalah sekadar masa istirahat siang di dunia. Dan Allah yang paling cepat perhitungan hisabnya. Sebagaimana Allah memulai menciptakan mereka, ada yang sengsara atau bahagia, pada hari itu mereka di kembalikan. Sebagian masuk surga, Sebagian lagi masuk neraka”

 

Lamanya di hisab itu berbeda beda, ada yang hisabnya sangat singkat, adapula yang hisabnya sangat lama. Inilah yang menjadikan kita mengerti bahwa hisab itu adalah perkara yang besar .

 

Definisi Hisab

Pertama : Al-‘Aradh (Penampakan dosa dan pengakuan), mempunyai dua pengertian.

  1. Pengertian umum, yaitu seluruh makhluk ditampakan di hadapan Allah dalam keadaan menampakan lembaran amalan mereka. Ini mencakup orang yang dimunaqasyah hisabnya dan yang tidak dihisab.

Allah memberikan rasa takut dan rasa aman itu hanya 1 kali. Saat ia merasa aman di dunia, ia tidak takut kepada adzab Allah dan dosa dosanya, maka ia akan merasa takut saat ia melewati perjalanan akhiratnya, dan di persulit saat penghisaban Allah kelak. Namun saat ia takut kepada Allah ia akan merasakan aman saat ia melewati perjalanannya di akhirat, terutama dipengadilan Allah kelak. Ada beberpa kejadian pada pengadilan umum ini :

  1. Diteliti dengan detail dan di debat = Orang orang yang celaka, berujung pada neraka

  2. Dihisab dengan hisab yang ringan = ia tidak merasakan ketegangan dan ketakutan, orang shalih yang memiliki rasa takut kepada Allah saat di dunia

  3. Ia akan ditampakan, namun tidak dihisab = Kelompok yang paling beruntung 

 

  1. Pemaparan amalan maksiat kaum mukminin kepada mereka, penetapannya, merahasiakan (tidak dibuka dihadapan orang lain), dan pengampunan Allah atasnya. Hisab demikian ini dinamakan hisab yang  ringan (hisab Yasir)

 

Jika orang sudah taubat atas suatu dosa, maka dosa itu akan Allah hapuskan, dan saat pengadilan Allah nanti, ia akan memperlihatkan dosa dosa itu secara privasi, bukan ditampakan di hadapan seluruh manusia nanti. Dan manusia ini termasuk kedalam kelompok manusia yang beruntung. 

 

Imam ibnu Katsir menyampaikan “Saat Allah membuka aib aib seseorang di hari kiamat nanti, maka saking beratnya ia menanggung malu karena aibnya di buka oleh Allah dihadapan manusia lainnya, ia lebih memilih untuk secepatnya masuk kedalam neraka”

 

Maka dosa itu bukan hanya mengenai perkara kecil, namun dosa itu dapat menjadi sumber aib serta kehinaan bagi diri kita dan penyebab kita masuk kedalam neraka. Ketahuilah padaa saat penghisaban itu semua aib akan di tampakan oleh Allah. Maka dari itu banyak doa yang yang ditujukan untuk meminta ampunan kepada Allah untuk ditutupi aib aibnya dan meminta Rahmat Allah agar dimudahkan dalam proses penghisaban ini

 

Definisi Hisab lainnya

Kedua : Munaqasyah (Diperiksa secara sungguh-sungguh) 

Inilah yang dinamakan hisab (perhitungan) antara kebaikan dan keburukan. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa di hisab, maka ia tersiksa, Aisyah bertanya ”Bukankah Allah telah berfirman ‘maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah ?” (Q.S. Al-Insyiqaq : 8) Maka Rasulullah menjawab “Ia baru Al-aradh (penampakan amal). Namun barangsiapa di teliti hisabnya, maka ia akan binasa” (HR.Bukhari no.103)

 

Maka dari hadist diatas kita ketahui bahwa ada orang yang perhitungan hisabnya sangat berat, pengadilan amalan dan keburukannya sangat detail dan lama . Dan itu merupakan salah satu hisab yang mengerikan.

 

Ketiga : Yang pertama dihisab oleh Allah, 

Orang orang yang pertama dihisab oleh Allah adalah 3 orang yang tergelincir masalahnya niatnya dan permasalahan sholat

Orang Orang  yang akan pertama kali dipanggil untuk pengadilan Allah

  1. Seseorang yang ia berjihad di jalan Allah, dan ia mati didalam peperangan (di jalan Allah) – Ia dipanggil oleh Allah dan didebat

Ia akan ditanya oleh Allah, Apa yang kamu lakukan selama kamu hidup ?

Aku adalah mujahid yang berjuang di jalan-mu ya Allah

Untuk siapa kamu lakukan itu?

Untuk mu ya Allah

Kamu Dusta !! Sesungguhnya kamu hanya ingin nama mu dikenal dan mengharapkan jasa jasa kepahlawananmu di unggulkan di antara manusia, maka kamu sudah dapatkan itu di dunia. Aku tidak memiliki apapun lagi  maka masuklah kamu kedalam neraka

 

  1. Seseorang yang belajar dan mengajar dan membaca Al-Qur’an

Apa yang kamu lakukan ?

Belajar ilmu mu dan mengajarkannya

Untuk siapa ?

Untuk dirimu ya Allah

Kamu dusta !! Sesungguhnya kamu hanya ingin disebut alim, namun kamu bukan mengaggungkan ilmu ilmu ku, kamu hanya ingin agar hidupmu diagungkan oleh manusia yang lain, dan kamu sudah mendapatkannya di dunia. Aku tidak memiliki apapun lagi  maka masuklah kamu kedalam neraka

 

Orang yang membaca Al-Quran

Apa yang dulu kamu lakukan?

Aku selalu membaca Al-quran

Untuk siapa?

Untukmu ya Allah

Kamu dusta !! Kamu ingin dianggap sebagai orang yang bagus bacaannya, dan kamu sudah mendapatkannya di dunia. Aku tidak memiliki apapun lagi, maka masuklah kamu kedalam neraka. 

 

  1. Orang yang sedekah

Apa yang dulu kamu lakukan?

Aku selalu bersedekah

Untuk siapa?

Untukmu ya Allah

Kamu dusta !! Kamu ingin dianggap sebagai orang dermawan, kamu harapkan pujian dari manusia dan kamu sudah dapatkan itu di dunia. Aku tidak memiliki apapun lagi, maka masuklah kamu kedalam neraka. 

 

Dari cerita dalam hadist diatas, maka kita ketahui bahwa menjaga niat itu sangat sulit. Apalagi dalam ranah berdakwah. Dan dapat diambil pelajaran bahwa menjaga niat itu sangatlah berat. Yang sudah beramal shaleh saja dapat dimasukan kedalam neraka, maka bagaimana dengan yang tidak beramal shalih ? Dakwah, menuntut ilmu itu sangat sulit . Harus bisa menyelaraskan apa yang disampaikan dengan apa yang terjadi.

 

Persoalan niat itu perkara besar

  1. Ibadah Dzahir yang pertama kali di hisab : Shalat

  2. Ibadah Hati yang pertama kali di hisab : Niat

 

Keempat : Orang yang tidak mendapatkan hisab ada 70 ribu orang tanpa hisab

Nanti saat penghisaban, ada 2 kelompok manusia, yaitu :

  1. Orang orang tanpa hisab jumlahnya 70 ribu orang

  2. Para syuhada (mati syahid) berjumlah 50 ribu orang

 

Para syuhada yang 50 ribu orang ini diantaranya ada yang memegang kepalanya, kemudian ia berkata “ Ya Allah berikanlah janjimu kepada kami yang sudah membela agamamu” dan mereka dimuliakan oleh Allah dan dimasukan ke surga.

Maka dari kisah ini pula kita melihat ada berbagai macam orang yang syahid :

  1. Syahid di dunia tapi tidak di akhirat = Berperang untuk Allah, namun memiliki niat yang salah

  2. Syahid di dunia dan syahid di akhirat = Berperang untuk Allah, dan memiliki niat yang lurus

 

Sedangkan orang orang yang masuk surga tanpa hisab yang berjumlah 70 ribu orang adalah orang orang yang :

 

  1. Tidak pernah meminta untuk di ruqyah

Rasulullah bersabda, “Mereka itu adalah orang yang tidak minta di ruqyah, tidak melakukan kay dan tidak melakukan tathayyur serta mereka bertawakal hanya kepada Rabb mereka.”

 

Orang yang meminta di ruqyah itu bukan salah, meminta ruqyah itu diperbolehkan, namun saat kita sudah pernah meminta di ruqyah maka ia tidak akan mendapatkan kesempatan masuk kedalam 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Meruqyah diri sendiri itu lebih utama dan Allah lebih menyukainya. 

 

  1. Tidak melakukan kay (pengobatan dengan Api)

Tidak meminta pengobatan dengan Api

 

  1. Tidak melakukan tathayyur (Menganggap sial terhadap sesuatu yang terjadi)

Misalnya menabrak kucing, dianggap sebagai sesuatu sial yang akan menimpa. Maka harus yakin kepada Allah akan segala sesuatu yang terjadi. Maka mereka harus bertawakal kepada Allah saja bukan kepada kejadian kejadian yang terjadi.



Perkara hisab itu penting, karena berpengaruh terhadap pengadilan Allah terhadap perlakuan hambanyaImam Al-Muzani rahimahullah berkata,

 “Setelah hancur, manusia dibangkitkan. Dan pada hari kiamat, manusia dikumpulkan di hadapan Rabb-Nya. Di masa penampakan amal manusia dihisab. Dengan dihadirkannya timbangan-timbangan dan diterbarkannya lembaran-lembaran (catatan Amal). Allah meneghitung dengan teliti, sedangkan manusia melupakannya. Hal itu terjadi pada hari yang kadarnya di dunia adalah 50 rb tahun. Kalaulah seandainya bukan Allah sebagai hakimnya niscaya tidak akan bisa, akan tetapi Allahlah yang menetapkan hukum di antara mereka secara adil. Sehingga lama waktunya (Bagi orang beriman) adalah sekadar masa istirahat siang di dunia. Dan Allah yang paling cepat perhitungan hisabnya. Sebagaimana Allah memulai menciptakan mereka, ada yang sengsara atau bahagia, pada hari itu mereka di kembalikan. Sebagian masuk surga, Sebagian lagi masuk neraka”

 

Lamanya di hisab itu berbeda beda, ada yang hisabnya sangat singkat, adapula yang hisabnya sangat lama. Inilah yang menjadikan kita mengerti bahwa hisab itu adalah perkara yang besar .

 

Definisi Hisab

Pertama : Al-‘Aradh (Penampakan dosa dan pengakuan), mempunyai dua pengertian.

  1. Pengertian umum, yaitu seluruh makhluk ditampakan di hadapan Allah dalam keadaan menampakan lembaran amalan mereka. Ini mencakup orang yang dimunaqasyah hisabnya dan yang tidak dihisab.

Allah memberikan rasa takut dan rasa aman itu hanya 1 kali. Saat ia merasa aman di dunia, ia tidak takut kepada adzab Allah dan dosa dosanya, maka ia akan merasa takut saat ia melewati perjalanan akhiratnya, dan di persulit saat penghisaban Allah kelak. Namun saat ia takut kepada Allah ia akan merasakan aman saat ia melewati perjalanannya di akhirat, terutama dipengadilan Allah kelak. Ada beberpa kejadian pada pengadilan umum ini :

  1. Diteliti dengan detail dan di debat = Orang orang yang celaka, berujung pada neraka

  2. Dihisab dengan hisab yang ringan = ia tidak merasakan ketegangan dan ketakutan, orang shalih yang memiliki rasa takut kepada Allah saat di dunia

  3. Ia akan ditampakan, namun tidak dihisab = Kelompok yang paling beruntung 

 

  1. Pemaparan amalan maksiat kaum mukminin kepada mereka, penetapannya, merahasiakan (tidak dibuka dihadapan orang lain), dan pengampunan Allah atasnya. Hisab demikian ini dinamakan hisab yang  ringan (hisab Yasir)

 

Jika orang sudah taubat atas suatu dosa, maka dosa itu akan Allah hapuskan, dan saat pengadilan Allah nanti, ia akan memperlihatkan dosa dosa itu secara privasi, bukan ditampakan di hadapan seluruh manusia nanti. Dan manusia ini termasuk kedalam kelompok manusia yang beruntung. 

 

Imam ibnu Katsir menyampaikan “Saat Allah membuka aib aib seseorang di hari kiamat nanti, maka saking beratnya ia menanggung malu karena aibnya di buka oleh Allah dihadapan manusia lainnya, ia lebih memilih untuk secepatnya masuk kedalam neraka”

 

Maka dosa itu bukan hanya mengenai perkara kecil, namun dosa itu dapat menjadi sumber aib serta kehinaan bagi diri kita dan penyebab kita masuk kedalam neraka. Ketahuilah padaa saat penghisaban itu semua aib akan di tampakan oleh Allah. Maka dari itu banyak doa yang yang ditujukan untuk meminta ampunan kepada Allah untuk ditutupi aib aibnya dan meminta Rahmat Allah agar dimudahkan dalam proses penghisaban ini

 

Definisi Hisab lainnya

Kedua : Munaqasyah (Diperiksa secara sungguh-sungguh) 

Inilah yang dinamakan hisab (perhitungan) antara kebaikan dan keburukan. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa di hisab, maka ia tersiksa, Aisyah bertanya ”Bukankah Allah telah berfirman ‘maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah ?” (Q.S. Al-Insyiqaq : 8) Maka Rasulullah menjawab “Ia baru Al-aradh (penampakan amal). Namun barangsiapa di teliti hisabnya, maka ia akan binasa” (HR.Bukhari no.103)

 

Maka dari hadist diatas kita ketahui bahwa ada orang yang perhitungan hisabnya sangat berat, pengadilan amalan dan keburukannya sangat detail dan lama . Dan itu merupakan salah satu hisab yang mengerikan.

 

Ketiga : Yang pertama dihisab oleh Allah, 

Orang orang yang pertama dihisab oleh Allah adalah 3 orang yang tergelincir masalahnya niatnya dan permasalahan sholat

Orang Orang  yang akan pertama kali dipanggil untuk pengadilan Allah

  1. Seseorang yang ia berjihad di jalan Allah, dan ia mati didalam peperangan (di jalan Allah) – Ia dipanggil oleh Allah dan didebat

Ia akan ditanya oleh Allah, Apa yang kamu lakukan selama kamu hidup ?

Aku adalah mujahid yang berjuang di jalan-mu ya Allah

Untuk siapa kamu lakukan itu?

Untuk mu ya Allah

Kamu Dusta !! Sesungguhnya kamu hanya ingin nama mu dikenal dan mengharapkan jasa jasa kepahlawananmu di unggulkan di antara manusia, maka kamu sudah dapatkan itu di dunia. Aku tidak memiliki apapun lagi  maka masuklah kamu kedalam neraka

 

  1. Seseorang yang belajar dan mengajar dan membaca Al-Qur’an

Apa yang kamu lakukan ?

Belajar ilmu mu dan mengajarkannya

Untuk siapa ?

Untuk dirimu ya Allah

Kamu dusta !! Sesungguhnya kamu hanya ingin disebut alim, namun kamu bukan mengaggungkan ilmu ilmu ku, kamu hanya ingin agar hidupmu diagungkan oleh manusia yang lain, dan kamu sudah mendapatkannya di dunia. Aku tidak memiliki apapun lagi  maka masuklah kamu kedalam neraka

 

Orang yang membaca Al-Quran

Apa yang dulu kamu lakukan?

Aku selalu membaca Al-quran

Untuk siapa?

Untukmu ya Allah

Kamu dusta !! Kamu ingin dianggap sebagai orang yang bagus bacaannya, dan kamu sudah mendapatkannya di dunia. Aku tidak memiliki apapun lagi, maka masuklah kamu kedalam neraka. 

 

  1. Orang yang sedekah

Apa yang dulu kamu lakukan?

Aku selalu bersedekah

Untuk siapa?

Untukmu ya Allah

Kamu dusta !! Kamu ingin dianggap sebagai orang dermawan, kamu harapkan pujian dari manusia dan kamu sudah dapatkan itu di dunia. Aku tidak memiliki apapun lagi, maka masuklah kamu kedalam neraka. 

 

Dari cerita dalam hadist diatas, maka kita ketahui bahwa menjaga niat itu sangat sulit. Apalagi dalam ranah berdakwah. Dan dapat diambil pelajaran bahwa menjaga niat itu sangatlah berat. Yang sudah beramal shaleh saja dapat dimasukan kedalam neraka, maka bagaimana dengan yang tidak beramal shalih ? Dakwah, menuntut ilmu itu sangat sulit . Harus bisa menyelaraskan apa yang disampaikan dengan apa yang terjadi.

 

Persoalan niat itu perkara besar

  1. Ibadah Dzahir yang pertama kali di hisab : Shalat

  2. Ibadah Hati yang pertama kali di hisab : Niat

 

Keempat : Orang yang tidak mendapatkan hisab ada 70 ribu orang tanpa hisab

Nanti saat penghisaban, ada 2 kelompok manusia, yaitu :

  1. Orang orang tanpa hisab jumlahnya 70 ribu orang

  2. Para syuhada (mati syahid) berjumlah 50 ribu orang

 

Para syuhada yang 50 ribu orang ini diantaranya ada yang memegang kepalanya, kemudian ia berkata “ Ya Allah berikanlah janjimu kepada kami yang sudah membela agamamu” dan mereka dimuliakan oleh Allah dan dimasukan ke surga.

Maka dari kisah ini pula kita melihat ada berbagai macam orang yang syahid :

  1. Syahid di dunia tapi tidak di akhirat = Berperang untuk Allah, namun memiliki niat yang salah

  2. Syahid di dunia dan syahid di akhirat = Berperang untuk Allah, dan memiliki niat yang lurus

 

Sedangkan orang orang yang masuk surga tanpa hisab yang berjumlah 70 ribu orang adalah orang orang yang :

 

  1. Tidak pernah meminta untuk di ruqyah

Rasulullah bersabda, “Mereka itu adalah orang yang tidak minta di ruqyah, tidak melakukan kay dan tidak melakukan tathayyur serta mereka bertawakal hanya kepada Rabb mereka.”

 

Orang yang meminta di ruqyah itu bukan salah, meminta ruqyah itu diperbolehkan, namun saat kita sudah pernah meminta di ruqyah maka ia tidak akan mendapatkan kesempatan masuk kedalam 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Meruqyah diri sendiri itu lebih utama dan Allah lebih menyukainya. 

 

  1. Tidak melakukan kay (pengobatan dengan Api)

Tidak meminta pengobatan dengan Api

 

  1. Tidak melakukan tathayyur (Menganggap sial terhadap sesuatu yang terjadi)

Misalnya menabrak kucing, dianggap sebagai sesuatu sial yang akan menimpa. Maka harus yakin kepada Allah akan segala sesuatu yang terjadi. Maka mereka harus bertawakal kepada Allah saja bukan kepada kejadian kejadian yang terjadi.





Please order to continue read
IDR 9.900
Login & Order