Wal-fajr(i).
Artinya :
Demi waktu fajar,
Wa layālin ‘asyr(in).
Artinya :
demi malam yang sepuluh,
Wasy-syaf‘i wal-watr(i).
Artinya :
demi yang genap dan yang ganjil,
Wal-laili iżā yasr(i).
Artinya :
dan demi malam apabila berlalu.
Hal fī żālika qasamul liżī ḥijr(in).
Artinya :
Apakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh (orang) yang berakal?
Alam tara kaifa fa‘ala rabbuka bi‘ād(in).
Artinya :
Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad,
Irama żātil-‘imād(i).
Artinya :
(yaitu) penduduk Iram (ibu kota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi
Allatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilād(i).
Artinya :
yang sebelumnya tidak pernah dibangun (suatu kota pun) seperti itu di negeri-negeri (lain)?
Wa ṡamūdal-lażīna jābuṣ-ṣakhra bil-wād(i).
Artinya :
(Tidakkah engkau perhatikan pula kaum) Samud yang memotong batu-batu besar di lembah
Wa fir‘auna żil-autād(i).
Artinya :
dan Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar)
Allażīna ṭagau fil-bilād(i).
Artinya :
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
Fa akṡarū fīhal-fasād(a).
Artinya :
lalu banyak berbuat kerusakan di dalamnya (negeri itu),
Fa ṣabba ‘alaihim rabbuka sauṭa ‘ażāb(in).
Artinya :
maka Tuhanmu menimpakan cemeti azab (yang dahsyat) kepada mereka?
Inna rabbaka labil-mirṣād(i).
Artinya :
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
Fa ammal-insānu iżā mabtalāhu rabbuhū fa akramahū wa na‘‘amah(ū), fa yaqūlu rabbī akraman(i).
Artinya :
Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan, berkatalah dia, “Tuhanku telah memuliakanku.”
Wa ammā iżā mabtalāhu fa qadara ‘alaihi rizqah(ū), fa yaqūlu rabbī ahānan(i).
Artinya :
Sementara itu, apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, berkatalah dia, “Tuhanku telah menghinaku.”
Kallā bal lā tukrimūnal-yatīm(a).
Artinya :
Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kamu tidak memuliakan anak yatim,
Wa lā taḥāḍḍūna ‘alā ṭa‘āmil-miskīn(i).
Artinya :
tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
Wa ta'kulūnat-turāṡa aklal lammā(n).
Artinya :
memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),
Wa tuḥibbūnal-māla ḥubban jammā(n).
Artinya :
dan mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
Kallā iżā dukkatil-arḍu dakkan dakkā(n).
Artinya :
Jangan sekali-kali begitu! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),
Wa jā'a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffā(n).
Artinya :
Tuhanmu datang, begitu pula para malaikat (yang datang) berbaris-baris,
Wa jī'a yauma'iżim bijahannam(a), yauma'iżiy yatażakkarul-insānu wa annā lahuż-żikrā.
Artinya :
dan pada hari itu (neraka) Jahanam didatangkan, sadarlah manusia pada hari itu juga. Akan tetapi, bagaimana bisa kesadaran itu bermanfaat baginya?
Yaqūlu yā laitanī qaddamtu liḥayātī.
Artinya :
Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!”
Fa yauma'iżil lā yu‘ażżibu ‘ażābahū aḥad(un).
Artinya :
Pada hari itu tidak ada seorang pun yang mampu mengazab (seadil) azab-Nya.
Wa lā yūṡiqu waṡāqahū aḥad(un).
Artinya :
Tidak ada seorang pun juga yang mampu mengikat (sekuat) ikatan-Nya.
Yā ayyatuhan-nafsul-muṭma'innah(tu).
Artinya :
Wahai jiwa yang tenang,
Irji‘ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyah(tan).
Artinya :
kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai.
Fadkhuli fī ‘ibādī.
Artinya :
Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku
Wadkhulī jannatī.
Artinya :
dan masuklah ke dalam surga-Ku!