86. At-Tariq (Yang Datang Di Malam Hari)

وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ

Was-samā'i waṭ-ṭāriq(i).

Artinya :
Demi langit dan yang datang pada malam hari.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ

Wa mā adrāka maṭ-ṭāriq(u).

Artinya :
Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?

النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ

An-najmuṡ-ṡāqib(u).

Artinya :
(Itulah) bintang yang bersinar tajam.

اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ

In kullu nafsil lammā ‘alaihā ḥāfiẓ(un).

Artinya :
Setiap orang pasti ada penjaganya.

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ

Falyanẓuril-insānu mimma khuliq(a).

Artinya :
Hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.

خُلِقَ مِنْ مَّاۤءٍ دَافِقٍۙ

Khuliqa mim mā'in dāfiq(in).

Artinya :
Dia diciptakan dari air (mani) yang memancar,

يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَاۤىِٕبِۗ

Yakhruju mim bainiṣ-ṣulbi wat-tarā'ib(i).

Artinya :
yang keluar dari antara tulang sulbi (punggung) dan tulang dada.

اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌۗ

Innahū ‘alā raj‘ihī laqādir(un).

Artinya :
Sesungguhnya Dia (Allah) benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati)

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُۙ

Yauma tublas-sarā'ir(u).

Artinya :
pada hari ditampakkan segala rahasia.

فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍۗ

Famā lahū min quwwatiw wa lā nāṣir(in).

Artinya :
Maka, baginya (manusia) tidak ada lagi kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِۙ

Was-samā'i żātir-raj‘(i).

Artinya :
Demi langit yang mengandung hujan

وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِۙ

Wal-arḍi żātiṣ-ṣad‘(i).

Artinya :
dan bumi yang memiliki rekahan (tempat tumbuhnya pepohonan),

اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌۙ

Innahū laqaulun faṣl(un).

Artinya :
sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil)

وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِۗ

Wa mā huwa bil-hazl(i).

Artinya :
dan ia (Al-Qur’an) sama sekali bukan perkataan senda gurau.

اِنَّهُمْ يَكِيْدُوْنَ كَيْدًاۙ

Innahum yakīdūna kaidā(n).

Artinya :
Sesungguhnya mereka (orang kafir) melakukan tipu daya.

وَّاَكِيْدُ كَيْدًاۖ

Wa akīdu kaidā(n).

Artinya :
Aku pun membalasnya dengan tipu daya.

فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا ࣖ

Fa mahhilil-kāfirīna amhilhum ruwaidā(n).

Artinya :
Maka, tangguhkanlah orang-orang kafir itu. Biarkanlah mereka sejenak (bersenang-senang).