Sa'ala sā'ilum bi‘ażābiw wāqi‘(in).
Artinya :
Seseorang (dengan nada mengejek) meminta (didatangkan) azab yang pasti akan terjadi
Lil-kāfirīna laisa lahū dāfi‘(un).
Artinya :
bagi orang-orang kafir. Tidak seorang pun yang dapat menolaknya (azab)
Minallāhi żil-ma‘ārij(i).
Artinya :
dari Allah, Pemilik tempat-tempat (untuk) naik.
Ta‘rujul-malā'ikatu war-rūḥu ilaihi fī yaumin kāna miqdāruhū khamsīna alfa sanah(tin).
Artinya :
Para malaikat dan Rūḥ (Jibril) naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.
Faṣbir ṣabran jamīlā(n).
Artinya :
Maka, bersabarlah dengan kesabaran yang baik.
Innahum yaraunahū ba‘īdā(n).
Artinya :
Sesungguhnya mereka memandangnya (siksaan itu) jauh (mustahil terjadi),
Wa narāhu qarībā(n).
Artinya :
sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).
Yauma takūnus-samā'u kal-muhl(i).
Artinya :
(Siksaan itu datang) pada hari (ketika) langit menjadi seperti luluhan perak,
Wa takūnul-jibālu kal-‘ihn(i).
Artinya :
gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan),
Wa lā yas'alu ḥamīmun ḥamīmā(n).
Artinya :
dan tidak ada seorang pun teman setia yang menanyakan temannya,
Yubaṣṣarūnahum, yawaddul-mujrimu lau yaftadī min ‘ażābi yaumi'iżim bibanīh(i).
Artinya :
(padahal) mereka saling melihat. Orang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,
Wa ṣāḥibatihī wa akhīh(i).
Artinya :
istrinya, saudaranya,
Wa faṣīlatihil-latī tu'wīh(i).
Artinya :
keluarga yang melindunginya (di dunia),
Wa man fil-arḍi jamī‘ā(n), ṡumma yunjīh(i).
Artinya :
dan seluruh orang di bumi. Kemudian, (dia mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.
Kallā, innahā laẓā.
Artinya :
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia (neraka) itu adalah api yang bergejolak
Nazzā‘atal lisy-syawā.
Artinya :
yang mengelupaskan kulit kepala,
Tad‘ū man adbara wa tawallā.
Artinya :
yang memanggil orang yang berpaling dan menjauh (dari agama),
Wa jama‘a fa'au‘ā.
Artinya :
serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya.
Innal-insāna khuliqa halu‘ā(n).
Artinya :
Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir.
Iżā massahusy-syarru jazū‘ā(n).
Artinya :
Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah.
Wa iżā massahul-khairu manū‘ā(n).
Artinya :
Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir,
Illal-muṣallīn(a).
Artinya :
kecuali orang-orang yang mengerjakan salat,
Allażīna hum ‘alā ṣalātihim dā'imūn(a).
Artinya :
yang selalu setia mengerjakan salatnya,
Wal-lażīna fī amwālihim ḥaqqum ma‘lūm(un).
Artinya :
yang di dalam hartanya ada bagian tertentu
Lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).
Artinya :
untuk orang (miskin) yang meminta-minta dan orang (miskin) yang menahan diri dari meminta-minta,
Wal-lażīna yuṣaddiqūna biyaumid-dīn(i).
Artinya :
yang memercayai hari Pembalasan,
Wal-lażīna hum min ‘ażābi rabbihim musyfiqūn(a).
Artinya :
dan yang takut terhadap azab Tuhannya.
Inna ‘ażāba rabbihim gairu ma'mūn(in).
Artinya :
Sesungguhnya tidak ada orang yang merasa aman dari azab Tuhan mereka.
Wal-lażīna hum lifurūjihim ḥāfiẓūn(a).
Artinya :
(Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang menjaga kemaluannya,
Illā ‘alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malūmīn(a).
Artinya :
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya).
Fa manibtagā warā'a żālika fa ulā'ika humul-‘ādūn(a).
Artinya :
Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Wal-lażīna hum li'amānātihim wa ‘ahdihim rā'ūn(a).
Artinya :
(Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka,
Wal-lażīna hum bisyahādātihim qā'imūn(a).
Artinya :
yang memberikan kesaksiannya (secara benar),
Wal-lażīna hum ‘alā ṣalātihim yuḥāfiẓūn(a).
Artinya :
dan yang memelihara salatnya.
Ulā'ika fī jannātim mukramūn(a).
Artinya :
Mereka itu (berada) di surga lagi dimuliakan.
Famālil-lażīna kafarū qibalaka muhṭi‘īn(a).
Artinya :
Mengapa orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu (Nabi Muhammad)
‘Anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli ‘izīn(a).
Artinya :
dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?
Ayaṭma‘u kullumri'im minhum ay yudkhala jannata na‘īm(in).
Artinya :
Apakah setiap orang dari mereka (orang-orang kafir itu) ingin dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan?
Kallā, innā khalaqnāhum mimmā ya‘malūn(a).
Artinya :
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).
Falā uqsimu birabbil-masyāriqi wal-magāribi innā laqādirūn(a).
Artinya :
Maka, Aku bersumpah dengan Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan, dan bintang), sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa
‘Alā an nubaddila khairam minhum, wa mā naḥnu bimasbūqīn(a).
Artinya :
untuk mengganti (mereka) dengan (kaum) yang lebih baik daripada mereka. Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.
Fa żarhum yakhūḍū wa yal‘abū ḥattā yulāqū yaumahumul-lażī yū‘adūn(a)
Artinya :
Maka, biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main (di dunia) sampai mereka menjumpai hari yang dijanjikan kepada mereka,
Yauma yakhrujūna minal-ajdāṡi sirā‘an ka'annahum ilā nuṣubiy yūfiḍūn(a).
Artinya :
(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seperti ketika mereka pergi dengan segera menuju berhala-berhala (sewaktu di dunia).
Khāsyi‘atan abṣāruhum tarhaquhum żillah(tun), żālikal-yaumul-lażī kānū yū‘adūn(a).
Artinya :
Pandangan mereka tertunduk (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka.